KARAWANG- Ratusan kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), PCNU Kabupaten Karawang dan Bekasi serta badan otonom (Banom) datangi Mapolres Karawang, Rabu (14/8) untuk mempertanyakan penanganan kasus penanganan kasus penganiayaan Banser dan Kiai NU di Rengasdengklok.
Kedatangan massa berlangsung dengan tertib dan disambut langsung oleh Kapolres Karawang AKBP Edward Zulkarnain. Kapolres meminta waktu kepada warga NU, Ansor dan Banser untuk mengungkap persoalan ini. “Kami tidak diam, kami terus bekerja setiap hari progresnya ada. Kami mohon waktu,” katanya, kepada ratusan massa saat berdialog.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Karawang Ahmad Syahid menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses penanganan kasus ini hingga ke pengadilan. “Berbarengan dengan silaturahmi kami ke sini, ada beberapa saksi dari pihak kami yang diperiksa oleh kepolisian. LBH Ansor ikut mendampingi para saksi, kami akan terus mengawal,” paparnya.
Terkait hasil pertemuan dengan Polres, lanjutnya, GP Ansor memberikan waktu untuk terus bekerja, Kamis (15/8) besok akan dilakukan pemanggilan saksi lagi. “Tadi sudah disampaikan progres dari pihak kepolisian. Kita akan tunggu hasil pemeriksaan besok. Kepada semua kader Ansor dan Banser untuk tetap jaga kondusifitas dalam mengawal kasus ini,” tutupnya.




























