Tanggal: 19 Oktober 2024
Tempat: PCNU Kabupaten Sumedang
Pada tanggal 19 Oktober 2024, PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kabupaten Sumedang mengadakan acara lomba hafalan Alfiyah Ibnu Malik sebagai bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2024. Acara ini diadakan untuk menghormati peran santri dalam menjaga dan mengembangkan ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang agama dan bahasa Arab.
Tujuan Acara
Kegiatan ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan Minat Santri: Dengan mengadakan lomba, diharapkan santri dapat lebih termotivasi untuk mempelajari dan menghafal karya-karya penting dalam ilmu bahasa Arab.
- Menjaga Tradisi: Alfiyah Ibnu Malik adalah salah satu karya klasik yang penting dalam ilmu nahwu (tatabahasa Arab), dan lomba ini menjadi sarana untuk menjaga tradisi belajar di kalangan santri.
- Mendorong Persaingan Sehat: Melalui lomba, para peserta dapat berkompetisi secara sehat, sehingga meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang hafalan dan pemahaman.
Rangkaian Acara
Acara dimulai dengan pembukaan oleh ketua PCNU Kabupaten Sumedang, yang menyampaikan pentingnya Hari Santri Nasional dan kontribusi santri dalam masyarakat. Setelah itu, lomba hafalan dimulai dengan peserta yang telah melakukan persiapan intensif. Peserta terdiri dari santri-santri dari berbagai pesantren di daerah Sumedang.
Penilaian
Juri yang terdiri dari para ahli bahasa Arab dan pengurus NU menilai peserta berdasarkan kriteria:
• Ketepatan Hafalan: Kemampuan peserta dalam menghafal dan menyampaikan Alfiyah Ibnu Malik secara akurat.
• Intonasi dan Pengucapan: Kualitas pengucapan dan intonasi dalam menyampaikan hafalan.
• Pemahaman: Kemampuan peserta untuk menjelaskan beberapa bait dari Alfiyah yang dihafalkan.
Penghargaan
Pada akhir acara, para pemenang lomba diumumkan dan diberikan penghargaan. Selain itu, semua peserta menerima sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan partisipasi mereka.
Penutup
Acara ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga sebagai momen silaturahmi antar santri dan pesantren. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun untuk menumbuhkan semangat belajar di kalangan generasi muda.
Dengan demikian, acara lomba hafalan Alfiyah Ibnu Malik di PCNU Kabupaten Sumedang pada 19 Oktober 2024 menjadi bagian penting dalam memperingati Hari Santri Nasional dan meningkatkan kecintaan santri terhadap ilmu agama.
Prestasi Gemilang Santri Pondok Pesantren Al-Majidiyah Sukasari di Lomba Hafalan Alfiyah Ibnu Malik Tingkat Kabupaten Sumedang
Pondok Pesantren Al-Majidiyah Sukasari kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang perlombaan Hafalan Alfiyah Ibnu Malik tingkat Kabupaten Sumedang. Para santri yang telah menjalani proses pendidikan dengan disiplin dan ketekunan berhasil membuktikan kualitas mereka dalam menghafal karya monumental Alfiyah Ibnu Malik, sebuah kitab penting dalam kajian ilmu nahwu.
Pada kompetisi yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini, santri-santri dari kategori putra dan putri berjuang untuk memberikan yang terbaik. Dari kategori putri, atas nama Deti Fitria berhasil mencuri perhatian dengan menjadi Juara 1. Prestasi ini merupakan hasil dari dedikasi dan upayanya dalam menghafal dan memahami Alfiyah Ibnu Malik. Selain Deti, santri putri lainnya, Zahra Zakia Afifah, juga turut menyumbangkan prestasi dengan meraih Juara 2. Keduanya telah menunjukkan keteladanan luar biasa dalam bidang keilmuan bahasa Arab di pesantren.
Tak hanya dari kategori putri, dari kategori putra, Akmal Maulana juga menorehkan prestasi yang membanggakan dengan berhasil meraih Juara 2 dalam lomba yang sama. Akmal, dengan ketekunan dan semangat belajar yang tinggi, telah mampu membuktikan bahwa santri Pondok Pesantren Al-Majidiyah tidak hanya kompeten dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam bidang keilmuan.
Pencapaian ini merupakan cerminan dari pembinaan intensif yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Majidiyah Sukasari, di mana para santri dididik dengan metode pembelajaran yang komprehensif dan mendalam. Kitab Alfiyah Ibnu Malik sendiri merupakan salah satu karya penting dalam studi ilmu nahwu, terdiri dari seribu bait syair yang menjadi pedoman dalam tata bahasa Arab.
Keberhasilan para santri ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari kyai dan para santri yang selalu membimbing dengan sabar dan penuh perhatian. Pondok Pesantren Al-Majidiyah Sukasari berkomitmen untuk terus melahirkan generasi santri yang unggul, baik dalam keilmuan agama maupun ilmu-ilmu lainnya, guna membangun peradaban yang lebih baik.
Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi para santri lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam mengharumkan nama pesantren serta bermanfaat untuk agma nusa dan bangsa.




























