Kota Tasikmalaya, Ansor Jabar Online
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tasikmalaya menggelar Apel Siaga Banser yang bertajuk ‘Jaga Kyai Jaga Negeri’ di Kantor PCNU Kota Tasikmalaya, Rabu (17/10/2025)
Bertindak sebagai Pemimpin Apel, Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Tasikmalaya, Bubung Nizar. Dan Abdul Yasir, selaku Komandan Apel.
Dalam amanatnya, Ketua PC mengingatkan agar seluruh kader Ansor dan Banser Kota Tasikmalaya tidak lengah dalam menjaga dan melestarikan ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah.
“Kita memiliki program-program prioritas yang harus dilaksanakan,salah satunya pemberdayaan ekonomi kader. Namun, program-program ini jangan sampai membuat kita lupa bahwa kita berkewajiban untuk mengawal ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah.” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pesantren adalah institusi pendidikan yang mengajarkan ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah. Selain itu, pesantren juga merupakan penjaga moral bangsa. Maka, sudah seharusnya Ansor-Banser berada pada barisan paling depan dalam menjaga marwah kyai dan pesantren.
“Siang ini, kita berdiri di sini untuk menunjukkan kesiapsiagaan Ansor dan Banser dalam membela kyai dan pesantren. Kita hanya berdiri beberapa menit saja di sini, sementara para kyai selama dua puluh empat jam setiap harinya mendidik santri,” tegasnya.
Apel ini diikuti oleh Pengurus Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kota Tasikmalaya, perwakilan dari tiap Satkorcab, Pengurus Cabang GP Ansor Kota Tasikmalaya, para ketua PAC GP Ansor se-Kota Tasikmalaya, dan para Pengurus Pagar Nusa Kota Tasikmalaya.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.53 WIB ini serempak dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang di seluruh Indonesia.
Menurut Sekretaris Cabang GP Ansor Kota Tasikmalaya, Rizal Maula, kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan instruksi dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor melalui surat yang disebar ke seluruh Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang di seluruh Indonesia tertanggal 15 Oktober 2025, untuk merespons situasi terkini.
“Apel ini sebagai respons Ansor-Banser terhadap situasi terkini,terutama soal konten media nasional yang mendiskreditkan kyai dan pesantren,” pungkasnya.
Pewarta : Asep Deden
Editor : Ilham Abdul Jabar




























