Sukabumi, 20 Juni 2025 – Tim Peneliti Naskah Kuno Nusantara baru saja menyelesaikan kunjungan ilmiah ke Pondok Pesantren Nurul Fata Cikondang, Kota Sukabumi. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian dan pengkajian literatur klasik Islam Nusantara, khususnya yang berasal dari wilayah Jawa Barat.
Para peneliti, yang terdiri dari akademisi, filolog, dan pegiat budaya dari berbagai institusi, termasuk Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Sukabumi serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, disambut hangat oleh Kang Nden. Beliau adalah pemilik koleksi manuskrip sekaligus Wakil Ketua Bidang Kajian Strategis MDS Rijalul Ansor PC GP Ansor Kota Sukabumi.
Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan penelusuran langsung terhadap berbagai naskah kuno yang diwariskan oleh ulama terdahulu. Koleksi yang diteliti mencakup beragam tema, mulai dari fikih, tafsir, tasawuf, hingga sejarah lokal, yang ditulis dalam aksara Arab Pegon, Sunda, dan Jawi.
Dr. Penty Sukmawati, S.S., M.Hum., salah satu peneliti, mengungkapkan apresiasinya terhadap upaya pelestarian naskah-naskah ini. “Banyak isi manuskrip yang belum banyak dikenal publik, padahal memiliki nilai sejarah dan keilmuan yang sangat tinggi,” ujarnya dalam sesi diskusi usai peninjauan.
Kyai Muda Satu ini, Ahmad Muhibbuddin, selaku tuan rumah dan pengelola koleksi naskah, menjelaskan bahwa manuskrip yang dimilikinya merupakan warisan langsung dari para ulama Sunda yang dipercayakan kepadanya. “Naskah-naskah yang telah saya kumpulkan ini merupakan warisan dari ulama-ulama Sunda yang diamanahkan kepada saya, sehingga sudah sepatutnya saya menjaganya,” ungkapnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk kolaborasi berkelanjutan dalam konservasi, digitalisasi, dan publikasi naskah-naskah kuno. Tujuannya agar naskah-naskah ini dapat diakses oleh kalangan akademik maupun masyarakat umum. Selain itu, penemuan-penemuan dari kunjungan ini akan menjadi bahan penting dalam penulisan sejarah intelektual Islam lokal di tanah Sunda.
Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, kunjungan ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat sinergi antara peneliti, lembaga budaya, dan komunitas pelestari khazanah keilmuan Islam Nusantara.




























