Jawa Barat – Akademisi Hukum, Dzikri Abazis Subekti, mengungkapkan pandangannya terhadap gagasan Danantara yang berkembang tanpa intervensi yang jelas. Dalam pandangannya, aspek hukum dan dampak ekonomi dari Danantara perlu dikaji lebih mendalam agar tidak menimbulkan ketergantungan yang berisiko bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
“Perkembangan Danantara memang menunjukkan potensi besar, tetapi tanpa regulasi yang tepat, kita berisiko kehilangan kendali atas mekanisme yang terbentuk di dalamnya. Kita perlu melihat bagaimana instrumen hukum bisa mengatur tanpa menghambat inovasi,” ujar Dzikri Abazis.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pendekatan akademis dan kajian kritis harus menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan Danantara. “Kita tidak bisa hanya bersikap pasif dan membiarkan semuanya berjalan tanpa arah. Harus ada keseimbangan antara kebebasan inovasi dan perlindungan kepentingan publik,” tambahnya.
Dzikri Abazis berharap adanya dialog terbuka antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri untuk mencari solusi terbaik dalam menyikapi perkembangan Danantara. “Kita perlu memastikan bahwa sistem ini berkembang secara sehat dan tidak justru menciptakan monopoli atau ketimpangan yang merugikan banyak pihak,” pungkasnya.







