KARAWANG – Banjir yang melanda Kabupaten Karawang salam beberapa hari ini semakin meluas akibat luapan sungai Cibeet dan Citarum. Air sudah merendam sejumlah desa di empat kecamatan. Sedikitnya 19.439 orang terdampak dan 2.010 diantaranya mengungsi.Tidak hanya merendam 5.713 rumah, banjir ini juga merendam sarana pendidikan, sarana keagamaan dan fasilitas umum lainnya.
Wilayah yang terdampak terdiri dari Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang Barat, Pangkalan, dan Telukjambe Timur. Dari empat kecamatan tersebut, sejumlah desa di Kecamatan Telukjambe Barat seperti Desa Mulyajaya, Desa Wanakerta dan desa di Kecamatan Pangkalan seperti Desa Mulangsari, Desa Ciptasari, Desa Tamanmekar, dan Desa Tamansari telah surut.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, ketinggian air lebih dari 150 cm. Banyak warga terpaksa tidur di pinggir jalan tanpa tenda dan sebagian ada yang mengungsi. Hingga, Rabu (5/3/2025) air masih merendam sebagian besar rumah warga. Untuk membantu para korban, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Karawang dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) turun ke lapangan mengevakuasi korban banjir.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Karawang Ahmad Syahid mengatakan, banjir di Karawang rutin terjadi setiap tahun, terutama di Desa Karangligar. Sejak awal tahun 2025, desa ini sudah beberapa kali kebanjiran dan banjir kali ini lebih besar dibanding sebelumnya. “Kami prihatin atas banjir yang terjadi di Karawang. Berdasarkan data dari BPBD Karawang, ada 19.439 orang terdampak dan 2.010 yang tersebar di empat kecamatan, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Pangkalan dan Karawang Barat,” katanya, Rabu (5/3/2025).
Guna membantu evakuasi korban, lanjutnya, GP Ansor Karawang menerjunkan personil Banser ke lokasi banjir. “Kami juga komunikasi dengan stakeholder lainnya menggalang bantuan logistik untuk membantu para korban banjir,” ujarnya.
Kepala Satuan (Kasat) Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kabupaten Karawang Mansur menuturkan, pihaknya bersama sejumlah personil Bagana turun langsung ke lokasi banjir di Desa Karangligar. “Air masih menggenangi rumah-rumah warga, masih ada warga yang masih mengungsi,” paparnya.
Berdasarkan asesmen di lapangan, tambahnya, korban banjir saat ini membutuhkan sejumlah keperluan yang mendesak seperti makanan siap saji, selimut, matras, alat kebersihan dan air mineral. “Sebagian warga juga ada yang tidur di jalan, beralas tikar beratap langit. Kami mengajak semua pihak, mari bersama-sama membantu korban banjir yang ada di Karawang,” tutupnya.




























