Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, SMK Ansoruna Hade Rancage menggelar kegiatan menanam bawang dan panen sayuran secara serentak di lingkungan sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program sekolah dalam membentuk generasi muda yang peduli akan ketahanan pangan dan kemandirian dalam sektor pertanian.
Di tengah perayaan budaya batik sebagai warisan bangsa, SMK Ansoruna Hade Rancage mengambil langkah lebih jauh dengan menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan inovasi dalam sektor pertanian. Para siswa dilibatkan secara langsung dalam proses penanaman bawang serta panen sayuran yang telah ditanam sebelumnya sebagai bagian dari kurikulum pendidikan berbasis lingkungan dan kewirausahaan.
Kepala Sekolah SMK Ansoruna, Eli Asiah, S.Si, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebagai simbol semangat gotong royong, namun juga merupakan upaya nyata dalam membentuk generasi muda yang tanggap akan isu ketahanan pangan dan peduli terhadap lingkungan. “Kami ingin siswa kami tidak hanya menghargai kekayaan budaya bangsa melalui batik, tetapi juga terlibat dalam upaya menjaga keberlanjutan pertanian sebagai salah satu fondasi penting negara kita,” ujarnya.

Dengan semangat nasionalisme, kegiatan ini tidak hanya sekadar menanam dan memanen, tetapi juga memperkenalkan konsep pertanian berkelanjutan yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk menghadapi tantangan masa depan, termasuk dalam hal ketahanan pangan. Melalui kegiatan ini, SMK Ansoruna Hade Rancage berkomitmen untuk membentuk generasi yang mampu berkontribusi positif terhadap bangsa melalui sektor pertanian dan ekonomi kreatif.
Dengan demikian, Hari Batik Nasional di SMK Ansoruna Hade Rancage tahun ini tidak hanya diperingati melalui seremonial, tetapi juga dengan aksi nyata yang berdampak langsung bagi siswa dan masyarakat sekitar.




























