Hari Santri di Pacet: dari Kirab, Lomba-lomba, Kreasi Seni, hingga Motivasi Kiai

98


Bandung, Ansor Jabar Online
Dalam rangka memperingati hari santri nasional (HSN) Santri Ngariung (SARUNG) Kecamatan Pacet, Kabupaten bandung, menggelar rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Kegiatan ini yang berlangsung pada Ahad 26 oktober 2025 di lapangan sepak bola Cipeujeuh.

Kegiatan yang diikuti kurang lebih 3 ribu santri dari berbagai pondok pesantren se-Kecamatan Pacet tersebut diawali dengan kirab santri, doa bersama, sambutan-sambutan, motivasi dari kiai, dan kreasi seni santri di antaranya nadhoman Alfiah Ibnu Malik, tari Saman, marawis, drama kolosal, hadrah, serta puisi.

Ketua pelaksana HSN 2025 kecamatan pacet, Muhammad Fery Syafe’i, menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan HSN 2025, sebelumnya telah diadakan berbagai perlombaan seperti masak liwet, badminton, futsal, fashion show, paduan suara, dan video pendek diselenggarakan untuk menumbuhkan semangat santri yang cinta ilmu, seni, dan tanah air.

Camat Kecamatan Pacet Asep Susanto, menyampaikan ucapan selamat memperingati hari santri atas nama Bupati Kabupaten Bandung, sesuai dengan janjinya yaitu memuliakan ulama.

“Semoga perjuangan guru-guru kita yang telah kita pelajari menjadi motivasi kita untuk terus belajar dan berjuang,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum Harempoy Ustadz Ruyat Hartawan mengompori semangat perjuangan kepada para santri untuk siap berjuang

“Kita berjuang berbeda dengan zaman dahulu. Kalau mereka berjuang secara fisik melawan Belanda, sekarang kita berjuang berperang secara mental, di antaranya yang ke satu berperang melawan kebodohan,” katanya.

Ia memnita agar santri terus berjuanga dengan belajar mencari ilmu, bukan hanya ilmu agama, tapi termasuk ilmu pengetahuan umum.

“Jadilah santri yang menguasai kitab kuning tapi juga piawai dalam qadhi’, jadilah santri yang fasikh melantunkan ayat, tapi juga fasikh memimpin rapat. Dan yang kedua melawan degradasi moral, santri harus menjadi benteng akhlak,” paparnya.

Sedangkan Pimpinan Pondok Pesantren Miftahurridwan Ustadz Asep Ridwan, menyampaikan 2 poin dalam motivasinya, yang pertama, agar santri menanamkan kebanggaan menjadi santri,

Karena, menurut dia, menjadi santri itu anugerah yang terindah. Bila mata itu adalah cahaya, maka hati adalah permata. Jika senyum itu adalah ibadah, maka menjadi santri adalah anugerah yang terindah.

“Yang kedua, santri harus siap mengabdi kepada ilmu, jaga nama baik pesantren, dan mengabdi kepada guru,” pintanya.

Pimpinan Pondok Pesantren Badrul Ulum Al-Islami, KH Masluh Rifqon Sakandari, meminta gar para santri unya semangat belajar yang tinggi, karena kunci sukses adalah semangat mencari ilmu.

Ia juga menambahkan, ilmu agama tanpa ilmu umum lemah. Ilmu pengetahuan umum tanpa ilmu agama adalah buta, maka oleh karena itu, kita harus belajar agama dengan sungguh-sungguh dan kita juga jangan ketinggalan belajar ilmu umum.

Ada sebuah hadits, sambungnya, “al mu’minul qawiyu khairun minal mu’minin daoif.” Artinya mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah. Oleh karena itu, para santri harus menjadi mukmin yang kuat jasmaninya, ruhaninya, dan pemikirannya.

Acara ditutup dengan penampilan kreasi seni nadhoman Alfiyah Ibnu malik, hadrah, drama kolosal, tari Saman, marawis, pembacaan puisi dan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba-lomba yang telah dilaksanakan oleh panitia hari santri nasional (HSN) 2025.

Pewarta: Deden Syamsu Romli