Bandung, Ansor Jabar Online
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, mengadakan Sekolah Ranting selama tiga bulan dengan peserta seluruh pengurus Ranting NU dari 13 desa.
Menurut Sekretaris MWCNU Pacet A. Hasan Nurhuda, tiap Ranting NU wajib mengirimkan 5 orang pengurus yang terdiri dari dua unsur kepengurusan, yaitu syuriyah dan tanfidziyah. Dua unsur yang harus hadir adalah rais dan katib serta ketua, sekretaris, dan bendahara.
Ia menjelaskan, sekolah ranting tersebut digelar tiap dua minggu sekali, yaitu minggu kedua dan keempat yang diagendakan selama 3 bulan, mulai Juni sampai Agustus 2025.

Adapun materi Sekolah Ranting yaitu, pertemuan pertama adalah Keorganisasian I dengan pokok pembahasan struktur dan format organisasi NU atau perkum dengan pemateri Wakil Sektratis PCNU Kabupaten Bandung Asyrofil Anam.
Materi tersebut dilengkapi dengan Sejarah NU Bandung dengan pembicara Redaktur Sejarah NU Online PBNU Abdullah Alawi.
Materi minggu kedua bulan Juni yaitu Ahlussunah wal Jamaah I dengan pemateri Rais Syuriyah MWCNU Pacet yang juga pengasuh Pondok Pesantren Badrul Ulum Al-Islamy KH Masluh Assakandari.
Materi tersebut dilengkapi dengan analisis sosial dengan pokok pembahasan medan gerakan di ranting NU serta prinsip dan model analisis dengan pembicara Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung, Uep Asep Sapullaoh.
Materi bulan kedua pada minggu pertama adalah Sejarah Pengelolaan NU Bandung dengan pembicara Redaktur Sejarah NU Online PBNU Abdullah Alawi. Materi tersebut akan diperkaya dengan Sejarah Perjuangan Kiai NU Pacet dengan pembicara Ketua MWCNU Pacet yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darun Ni’am Al-Islamy KH Abdul Ghani.
Materi minggu kedua bulan Juli atau materi keempat yaitu teknik permusyawaratan di organisasi dan simulasi yang rencananya akan diampu Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung H. Imron Rosyadi.
Materi kelima pada minggu pertama Agustu atau adalah keaswajaan II dan Keorganisasian II dengan narasumber Sekretaris MWCNU Pacet. Materi tersebut berisi pokok pemahaman pembuatan administrasi dan pembukuan.
Sementara materi keenam pada minggu kedua bulan Agustus adalah Keaswajaan III dan Rencana Tindak Lanjut (RTL).
Ketua MWCNU Pacet KH Abdul Ghani mengatakan, melalui kegiatan Sekolah Ranting, ia berharap 13 Ranting di Kecamatan Pacet mampu berorganisasi tata kelola yang benar. Setelah itu, lalu bergerak sesuai petunjuk organisasi pula.
“Karena ada materi analisis sosial dan sejarah NU, diharapkan ranting bisa bergeraka sesuai kondisi desa masaing-masing,” tambah pengasuh Pondok Pesantren Darun Ni’am Al-Islamy Maruyung tersebut.
Sementara Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Pacet KH Masluh Assakandari mengatakan, Sekolah Ranting untuk memicu dan menyegarkan kembali khidmah NU di Pacet kepada Nahdliyin dan umat Islam pada umumnya.
“Sekolah Ranting ini dalam proses perbaikan. Artinya, Sekolah Ranting ini belum baku, tapi dalam format yang akan terus disempurnakan karena kegiatan ini pertama kali sehingga tidak ada contohnya,” tambahnya.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Badrul Ulum Al-Islamy ini, Sekolah Ranting merupakan murni inovasi MWCNU Pacet berdasarkan kebutuhan dan rekomendasi dari Ranting NU pada Muskercam MWCNU Pacet yang kedua.
Pewarta: Abdullah Alawi



























