Reuni Akbar Darun Ni’am Al-Islami: KH, Abdul Ghani Titipkan Empat Hal bagi Para Alumni

73

Bandung, Ansor Jabar Online
Pimpinan Pondok Pesantren Darunniam Al-Islami, KH. Abdul Ghani, menekankan empat nilai fundamental yang harus senantiasa dipegang teguh oleh para santri dan alumni, yakni as-shidqu (kejujuran), as-syukru (rasa syukur), al-haya (rasa malu), dan husnul khuluq (akhlak mulia).

Petuah tersebut disampaikan pada puncak acara Reuni Akbar, Haul Muassis, dan Harlah Pondok Pesantren Darunniam Al-Islami ke-26 yang digelar di kompleks pesantren, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Senin-Selasa (17-18/11/2025).

Dalam amanatnya di hadapan ratusan alumni dan jamaah, KH Abdul Ghani menjabarkan pentingnya as-shidqu. Ia meminta para alumni meneladani sifat shiddiq Nabi Muhammad SAW dengan menghindari kebohongan sekecil apa pun.

“Hindari kebohongan kecil karena itu bisa menjadi kebiasaan buruk. Alumni harus bertanggung jawab atas setiap perkataan dan perbuatan,” tegas Ketua MWCNU Kecamatan Pacet tersebut.

Selain kejujuran, ia juga mengingatkan pentingnya as-syukru dengan sering melihat kondisi orang yang berada di bawah agar senantiasa bersyukur, serta al-haya atau rasa malu yang menjadi pembeda manusia dengan makhluk lainnya.

Poin pamungkas yang beliau sampaikan adalah husnul khuluq, yakni kewajiban berbuat baik kepada sesama makhluk.

“Semoga dengan memegang nilai-nilai ini, pesantren bisa melahirkan generasi sholih dan sholihah yang bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Momen Perekat Silaturahmi
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh ratusan alumni dari berbagai daerah, termasuk mereka yang kini telah memimpin pesantren sendiri. Turut hadir jajaran masyayikh, pengurus MWCNU Pacet beserta Banom (Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU-IPPNU), serta Muspika Kecamatan Pacet.

Ketua Alumni Pondok Pesantren Darun Ni’am, Cep Mu’in Abdul Kohar, menyambut baik pesan pimpinan pondok tersebut. Menurutnya, reuni ini adalah manifestasi idmaj (penyatuan) yang mempertemukan lintas angkatan menjadi satu keluarga besar Himpunan Alumni Darunniam Al-Islami (HIMADANI).

“Alumni adalah salah satu fondasi terkuat bagi perkembangan pesantren. Melalui peran alumni yang memiliki jamaah atau santri, syiar pondok akan terus meluas. Semoga acara ini memperkuat ikatan batin kita dengan guru dan almamater,” ujar Cep Mu’in.

Senada dengan hal itu, Ketua Pelaksana Imam Farid Assidiq mengungkapkan rasa syukurnya atas kekompakan panitia dan dukungan penuh para masyayikh sehingga acara yang juga diisi dengan santunan kepada 50 anak yatim/dhuafa ini dapat berjalan lancar.

Rangkaian acara ditutup dengan Tabligh Akbar oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Busyrol Karim Zuhri, yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haur Kuning Tasikmalaya. Camat Pacet, Asep Susanto, yang hadir mewakili Bupati Kabupaten Bandung, turut mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya nyata meningkatkan sumber daya manusia yang berakhlak.

Pewarta: Deden Syamsu Romli