SARASEHAN PK PMII STAI KUNINGAN: Menyulam Refleksi Sejarah dan Menguatkan Tujuan Hidup Kader

53

Kuningan, 26 April 2025 – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan menggelar kegiatan Sarasehan di Sekretariat PMII STAIKU. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam rangka Halal Bihalal keluarga besar pengurus, refleksi Hari Lahir (Harlah) PMII ke-65, serta diskusi upgrading kepengurusan untuk menentukan arah pergerakan ke depan.

Acara ini berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kekeluargaan. Dalam sambutannya, Ahmad Fadlan Hudaya selaku Ketua PK PMII STAIKU, menekankan pentingnya seluruh kader memahami dan merenungi kembali sejarah panjang perjalanan PMII. Ia menuturkan bahwa lahirnya PMII bukan sekadar peristiwa organisasi biasa, melainkan sebuah ikhtiar besar untuk membangun mahasiswa Islam yang berintelektual, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

“Refleksi sejarah PMII bukan hanya untuk mengenang apa yang telah terjadi di masa lalu, tapi bagaimana kita mengambil pelajaran besar darinya. Dari setiap tantangan, konflik, hingga kemenangan kecil yang diraih, semua itu adalah pondasi yang harus kita syukuri dan kita lanjutkan. Kita harus menanamkan dalam diri bahwa kita adalah bagian dari sejarah itu,” tegas Ahmad Fadlan Hudaya dalam orasinya.

Sementara itu, Alan Suwgiri, M.Pd., Wakil Bendahara LPNU Jawa Barat, turut memberikan motivasi yang membakar semangat peserta. Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan pentingnya setiap individu, khususnya kader PMII, untuk memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas.

“Hidup ini harus punya tujuan. Tanpa tujuan, kita hanya akan berjalan tanpa arah, terbawa oleh arus zaman yang cepat berubah. Seorang kader harus menetapkan visi besar dalam hidupnya dan berjuang mencapainya dengan penuh komitmen. Menjadi kader berarti siap bertumbuh, siap menghadapi kegagalan, dan terus bangkit dengan kejelasan arah,” ujar Alan Suwgiri dengan penuh semangat.

Sarasehan ini menjadi ajang penyegaran sekaligus perenungan mendalam bagi seluruh kader PK PMII STAIKU. Diskusi-diskusi terbuka yang digelar dalam forum ini membahas berbagai strategi pengembangan organisasi ke depan, termasuk bagaimana memperkuat militansi kader, menghidupkan tradisi intelektual, dan meningkatkan kebermanfaatan sosial PMII di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Dengan suasana hangat dan penuh antusiasme, kegiatan sarasehan ini menjadi titik awal untuk menguatkan kembali komitmen kader dalam melanjutkan perjuangan PMII. Harapannya, semangat yang lahir dari refleksi sejarah dan penetapan tujuan hidup ini dapat menjadi bahan bakar baru dalam mewujudkan visi besar PK PMII STAIKU: mencetak kader yang tangguh, berkarakter, dan visioner.