Kondisi lingkungan anak terancam bahaya karena narkoba. Banyak kasus yang diberitakan di media-media massa tentang anak-anak melakukan penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan beberapa zat adiktif lainnya. Hal yang memilukan ini terjadi ketika kasus-kasus tersebut tidak hanya terjadi di kota, namun sudah merambah di desa-desa. Oleh karena itu, melalui program Pengabdian pada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta, tim yang diketuai oleh Dr. Ahmad Rifqy Ash-Shidiqqy, M.Pd. melakukan sosialisasi sekaligus pelatihan dengan topik Pelatihan Komunikasi Asertif untuk Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Napza pada Siswa Sekolah Dasar Desa Medalsari Kabupaten Karawang.
Dibarengi oleh Dr. Happy Karlina Marjo, M.Pd. dan Sigit Widiatmoko, M.Hum. sebagai anggota tim dosen serta Aldrina, Azzahra, Yosia, Nelsa, dan Derin sebagai anggota tim mahasiswa, ketua tim hadir di Desa Medalsari Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang sebagai desa binaan UNJ. Sebagai awalan, kegiatan difokuskan di satu sekolah yaitu SDN Medalsari 3 yang menargetkan kelas VI yang sebentar lagi akan menuju ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Dengan mengikuti sosialisasi dan pelatihan ini diharapkan para siswa dapat membangun benteng pertahanan terhadap narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Apalagi Medalsari menjadi salah satu desa tujuan wisata di Karawang yang didatangi oleh para wisatawan. Hal ini tentu rentan menjadi pintu masuknya napza di kalangan anak-anak.

Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan Kamis (1/8) ini juga menghadirkan aktivis dari BNN Kabupaten Karawang. Dalam pemaparannya, Rifqy mengungkapkan, “Menjadi penting bagi anak-anak, khususnya di SD untuk memiliki pemahaman pengetahuan pencegahan Napza. Semoga kegiatan ini dapat berlanjut di tahun berikutnya dengan menjangkau anak-anak di Medalsari yang lebih luas.”
Pada saat melakukan kegiatan ditemui bahwa pemahaman anak-anak mengenai narkoba sangat minim. Anak-anak tidak tau apa itu napza tapi disisi lain anak-anak hidup dekat dengan rokok karena banyak dari wali murid siswa yang merokok bahkan salah satu siswa mengaku sudah merokok yang merupakan salah satu zat adiktif yang sangat berbahaya. Setelah itu anak-anak diajarkan untuk mengatakan tidak jika ada yang menawarkan rokok atau bahan zat adiktif lainnya.
Tidak sampai hanya melakukan pengabdian di sekolah. Setelah itu Rifqy dan tim lanjut membagikan buku kepada Masyarakat desa Medalsari. Buku yang diberikan juga masih berkaitan tentang napza. Dengan diberikannya buku-buku ini diharapkan semakin menambah pemahaman Masyarakat tentang apa itu napza dan bahaya-bahaya apa yang terkandung dalam napza.

























