Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat, Subhan Fahmi ikut menyikapi terkait video viral yang terjadi di Kabupaten Garut. Potongan Video yang memeperlihatkan aksi Ormas yang menamakan dirinya Aliansi Umat Islam merazia warung yang tetap buka dan beberapa orang yang kedapatan tidak berpuasa. Dalam video yang sudah ditonton jutaan kali tersebut, tampak ada aksi kekerasan oleh oknum ormas tersebut.
Fahmi, yang juga asli penduduk Kabupaten Garut mengatakan bahwa kejadian seperti itu seharusnya tidak pernah terjadi.
“Pemda Garut beserta seluruh elemen masyarakat sudah sepakat dengan maklumat yang sudah dibuat bersama. Dan itu tentunya melibatkan ormas. Itu sebetulnya pijakan semua pihak,” kata Fahmi.
Yang terjadi menurut Fahmi, oleh sebagian orang, maklumat itu dijadikan legitimasi untuk melakukan aksi yang berujung pada aksi main hakim sendiri. Yang terjadi akhirnya kejadian seperti itu yang justru mendapat kecaman dari berbagai kalangan.
“Ini kan seolah olah ada kenyataan bahwa apa yang mereka lakukan justru menjadi kontra produktif, karena justru menjadi kecaman dan beragam komentar negatif. Coba saja liat beragam komentarnya. Rata rata menyayangkan,” ujarnya.
Fahmi yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut mendukung tindakan Kabupaten Garut yang dengan cepat, tepat dan akurat menangani persoalan tersebut.
“Cepat kalau tidak akurat. Kasus seperti ini bisa berbahaya. Bisa menjadi problematika sosial masyarakat. Yang berujuang pada polemik di masyarakat,” ujar Fahmi.
Akurasi menurut Fahmi merujuk pada kesediaan pihak untuk bisa duduk dan memberikan klarifikasi serta mengakui keselahan mereka.
“Ini bisa menyelesaikan kegaduhan di masyarakat,” katanya.
Masyarakat, kata Fahmi memeiliki keyakinan dan menyadari bahwa tindakan tersebut diakui sebagai tindakan normal yang harus dilakukan. Dan semua atasnama perintah agama.
“Mereka semangatnya kan menegakkan agama. Semangat melaksanakan amar makruf nahyi munkar. Apalagi di bulan Ramadhan. Makanya kejadian ini selalu berulang tiap tahun,” ungkapnya.
Oleh karena itu, lanjut Fahmi bahwa melakukan Amar Makruf Nahyi munkar harus dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Sehingga ketika menyangkut urusan yang berkaitan dengan ke masyarakatan maka disitu ada sesuatu hal yang melekat. Yaitu, kewarganegaaraan. Kalau hal itu disadari bersama, maka kejadian serupa tidak akan pernah terjadi,” tuturnya.
Kejadian yang terjadi di Kabupaten Garut tersebut, kata Fahmi harus menjadi pelajaran bagi seluruh kader Ansor di Jawa Barat.
“Saya sudah menginstruksikan kepada seluruh kader dan pengurus agar mengisi kegiatan Bulan Ramadhan ini dengan semakin meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita. Soal nahyi munkar, pijakan kita sebagaimana arahan PBNU yakin Nahyi Munkar bil makruf, itu saja,” katanya.




























