Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat, Subhan Fahmi menghimbau semua pihak agar waspada kebangkitan organisasi HTI. Menyusul banyaknya aksi aksi unjukrasa yang dengan menggunakan simbol dan gerakan yang biasa digunakan oleh HTI.
Fahmi mengaku sudah menginstruksikan seluruh jajaran Ansor Jawa Barat dan seluruh PC yang ada di Jawa Barat agar siaga dan melaporkan kegiatan-kegiatan yang dicurigai sebagai modus kegiatan HTI.
“Saya tidak ingin tentunya ruang demokrasi yang kita perjuangkan justru dimanfaatkan oleh mereka (HTI) yang justru anti demokrasi,” katanya melalui sambungan media whatsapp.
Hizbuth Thahrir Indonesia telah dilarang segala bentuk kegiatannya di Indonesia sejak tahun 2017 melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 tahun 2017.
HTI atau HT menginginkan tidak mengakui eksistensi Negara Bangsa sebagai fakta politik. Mereka menginginkan Khilafah Islamiyyah yang terakhir kali adalah kekhalifahan ottoman Turki.
Sikap politik HTI tentu berseberangan dengan ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimana Ansor senantiasa konsisten menjaga dan merawat. Bagi Ansor, NKRI adalah harga mati.
“Sikap kita tidak pernah berubah dan bergeser,” tegas Fahmi.
Fahmi meminta pemerintah dalam hal ini kepolisian agar bertindak tegas terhadap kegiatan-kegiatan semodel itu. Fahmi tidak ingin ada persoalan dikemudian hari.
“Tentu kita tidak ingin dikemudian hari ada persoalan. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban akibat dari gesekan-gesekan tersebut,” ujarnya menambahkan.



























