Rakorcab GP Ansor Tasikmalaya: Kick-Off Konferancab Serentak dan Komitmen Tata Kelola Organisasi Yang Transformatif

0

Kabupaten Tasikmalaya, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tasikmalaya resmi memulai langkah besar dalam merombak tata kelola organisasinya. Melalui Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) yang digelar di Aula Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis (4/6/2026), badan otonom Nahdlatul Ulama ini memantapkan komitmen menuju era baru organisasi yang adaptif, digital, dan akuntabel.

Pertemuan penting ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi biasa, melainkan momentum bersejarah bagi kader hijau-hitam di Tasikmalaya. Hadir langsung memberikan arahan, Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya Drs. KH. Atam Rustam, M.SI., Wakil Ketua PW GP Ansor Provinsi Jawa Barat Sahabat Nana Sumarna, M.M., jajaran pengurus cabang, serta perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor dari 39 kecamatan.

Dalam forum tersebut, isu transformasi digital menjadi sorotan utama. Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Sahabat Fahmi Siddiq, menegaskan bahwa perubahan zaman menuntut organisasi untuk bergerak lebih lincah dan modern tanpa kehilangan jati dirinya. Transformasi ini, menurutnya, harus dimulai dari level terbawah.

“Diawali dengan pelaksanaan Konferancab (Konferensi Anak Cabang) yang sesuai dengan PD-PRT dan PO, baik secara perencanaan, pelaksanaan, dan proses kegiatan harus terdigitalisasi,” ujar Fahmi di sela-sela acara.

Fahmi menambahkan, proses adaptasi ini mungkin tidak mudah bagi sebagian kader, namun merupakan sebuah keharusan yang tidak bisa ditunda lagi.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, organisasi harus transformatif meskipun tetap pada panduan inti organisasi. Transformasi tata kelola organisasi kita mulai dari Ranting dan PAC dalam pelaksanaan konferensi menuju organisasi yang adaptif,” pungkasnya.

Selain membahas digitalisasi, Rakorcab kali ini menjadi evaluasi besar terhadap capaian ekspansi organisasi di tingkat desa. Berdasarkan data internal, dari total 351 desa yang tersebar di Kabupaten Tasikmalaya, baru sekitar 72% Pengurus Ranting yang resmi terbentuk dan menerima SK.

PC GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya kini tengah memacu mesin organisasinya demi mengejar target minimal 90% keterbentukan ranting dalam waktu dekat. Bersamaan dengan itu, para pengurus PAC dari 39 kecamatan juga diberikan penyuluhan intensif mengenai teknis pelaksanaan Konferancab serentak, yang ditargetkan rampung total dalam waktu dua bulan ke depan.

Menanggapi gerak cepat GP Ansor, Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Drs. KH. Atam Rustam, M.SI., mengingatkan para kader untuk tidak melupakan fondasi spiritual mereka. Kiai Atam menekankan pentingnya memegang teguh tali Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sebagai kompas dalam setiap gerak langkah dan harakah perjuangan.

Lebih lanjut, Kiai Atam meminta agar soliditas antara NU dan badan otonomnya tetap dijaga rapat-rapat.

“GP Ansor dan NU tidak boleh bercerai-berai, harus bersatu menjadi satu kesatuan Nahdlatul Ulama,” tegas Kiai Atam di hadapan para kader.

Senada dengan PCNU, Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Barat, Sahabat Nana Sumarna, M.M., mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap konstitusi organisasi adalah harga mati. Terlebih, PC GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya saat ini berada pada posisi prestisius dengan Akreditasi A.

“Posisi Akreditasi A ini wajib dipertahankan dengan tata kelola organisasi yang transformatif,” kata Nana.

Ia juga menyelipkan pesan menyentuh sekaligus pengingat bagi para kader yang kini telah memetik buah khidmat di Ansor berupa kelancaran karier atau jabatan.

“Kader Ansor yang mendapatkan barokah jabatan dan pekerjaan jangan sampai lupa kepada Ansor,” tuturnya dengan nada tegas.

Sebagai bentuk konkret dari hasil koordinasi, Rakorcab ini langsung ditutup dengan kick-off pelaksanaan Konferancab serentak. Pada minggu pertama bulan Juni ini, pergelaran konferensi tingkat kecamatan akan langsung digulirkan di empat kecamatan pionir, yakni Cisayong, Sukaraja, Puspahiang, dan Cikalong, sebelum nantinya merambat ke 35 kecamatan lainnya di Kabupaten Tasikmalaya.

Pewarta: Ahmad Arip
Editor : Ilham Abdul Jabar